Sawahlunto Perkenalkan Metode “Matematika Gembira” untuk Ubah Pola Belajar di Sekolah
SAWAHLUNTO — Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terus mendorong inovasi dalam dunia pendidikan dengan memperkenalkan metode “Matematika Gembira”, sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep melalui pengalaman nyata, bukan sekadar hafalan rumus.
Program ini diikuti oleh 60 guru TK, SD, dan SMP dari berbagai sekolah di Kota Sawahlunto. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Barat, bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (YPMIPA) Bandung, dan menghadirkan konsultan pendidikan asal Belanda, Prof. Martin.
baca juga : Pasien RSUD Karanganyar Tewas Usai Terjatuh dari Lantai 3
Transformasi Pembelajaran yang Menyenangkan
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Irmayulis Yamin, menjelaskan bahwa Matematika Gembira merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional, yang bertujuan menciptakan proses belajar yang kontekstual, interaktif, serta mengasah kemampuan berpikir kritis.
“Metode ini mengubah paradigma belajar dari hafalan rumus menjadi kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diajak memahami konsep melalui pengalaman nyata, bukan hanya mengerjakan soal di buku,” kata Irmayulis di Sawahlunto, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, pendekatan tersebut berpusat pada siswa dan menempatkan guru sebagai fasilitator kreatif yang mendorong eksplorasi dan penemuan. Dengan cara ini, matematika tidak lagi dianggap menakutkan, melainkan pelajaran yang bisa dinikmati dengan rasa ingin tahu dan kegembiraan.
Unsur Permainan dan Eksperimen dalam Kelas
Metode Matematika Gembira juga memadukan permainan logika, eksplorasi visual, dan penerapan numerasi dalam aktivitas harian siswa. Para guru dilatih untuk menciptakan kegiatan belajar yang melibatkan gerak, percobaan, dan interaksi kelompok, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan kolaboratif.
“Guru-guru diajak keluar dari pola lama yang kaku. Kini mereka ditantang untuk lebih berkreasi agar siswa memahami konsep melalui permainan, eksperimen, dan diskusi aktif,” jelas Irmayulis.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan karakter. Dengan begitu, siswa tidak hanya menguasai keterampilan berhitung, tetapi juga kemampuan berpikir logis, kreatif, dan kolaboratif.
Sawahlunto Dorong Guru Jadi Fasilitator Inovatif
Pemerintah Kota Sawahlunto menilai, penerapan metode ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Melalui pelatihan tersebut, guru diharapkan mampu menjadi fasilitator yang adaptif dan inovatif, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi siswa.
Selain itu, kerja sama lintas lembaga, seperti dengan YPMIPA dan BGTK, menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pakar internasional untuk mempercepat transformasi pembelajaran di Indonesia.
Irmayulis menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi guru untuk saling berbagi praktik baik dan pengalaman dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan.
“Kami ingin anak-anak Sawahlunto mencintai matematika sejak dini. Dengan guru yang kreatif dan pendekatan yang tepat, pelajaran ini bisa menjadi sumber inspirasi, bukan momok,” tutupnya.
baca juga : Bekal Cinta dari Sawahlunto: Saat Anak-Anak SLB Belajar Mandiri
Harapan ke Depan
Melalui program Matematika Gembira, Pemerintah Kota Sawahlunto berharap dapat menciptakan generasi pelajar yang berpikir kritis, inovatif, dan gemar belajar. Jika metode ini berhasil diterapkan secara luas, bukan tidak mungkin Sawahlunto menjadi salah satu daerah percontohan transformasi numerasi di Sumatera Barat.






