Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Marsda Wahyu Hidayat Wafat, Pernah Pimpin Paspampres-Kopasgat Era Jokowi

Shoppe Mall

Sawahluntoh – Marsda Wahyu Hidayat Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Marsekal Muda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, sosok prajurit udara yang pernah memegang dua posisi strategis di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, wafat pada Jumat, 18 Oktober 2025. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 56 tahun.

Namun, sosok Wahyu Hidayat bukan sekadar jenderal bintang dua. Ia adalah prajurit yang melintasi dua langit pertahanan: udara dan darat. Namanya dikenal luas di kalangan militer bukan hanya karena pangkat, tapi juga karena kepemimpinan yang tenang, tegas, dan tanpa banyak gimik.

Shoppe Mall

Dari Langit ke Istana: Memimpin Paspampres

Marsda Wahyu Hidayat
Marsda Wahyu Hidayat

Baca Juga : Bikin Resah Warga 2 Sarang Tawon di Prambanan Klaten Kena OTT

Banyak yang mengenal Wahyu saat ia menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di masa awal pemerintahan Presiden Jokowi. Ia bukan sekadar pengawal, tapi arsitek sistem keamanan presiden yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Di balik layar, Wahyu memainkan peran krusial dalam mengawal berbagai kunjungan presiden, termasuk ke wilayah konflik dan pelosok Tanah Air. Ia dikenal dekat dengan anggota pasukan, namun tetap disiplin dan profesional.

“Pak Wahyu tidak pernah mencari sorotan. Tapi setiap operasi pengamanan beliau libat langsung, bahkan ikut blusukan,” ujar salah satu mantan anak buahnya.

Menjaga Langit: Komandan Korps Baret Jingga (Kopasgat)

Tak hanya menjaga Presiden, Wahyu juga pernah memimpin Korps Pasukan Khas TNI AU (Kopasgat)—pasukan elite yang dikenal sebagai “baret jingga”, spesialis operasi udara strategis. Kepemimpinannya di Kopasgat memperkuat sinergi antara operasi tempur udara dan pengamanan objek vital nasional.

Sebagai lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1991, Wahyu dikenal memiliki pemahaman mendalam soal strategi pertahanan berbasis udara. Di tangannya, Kopasgat tidak hanya menjadi pasukan serbu, tetapi juga pasukan pengawal stabilitas nasional dalam berbagai operasi gabungan.

Lebih dari Seorang Jenderal

Marsda Wahyu bukan sekadar tentara. Ia adalah pemimpin dengan filosofi hidup yang sederhana: tugas, tuntas, lalu diam. Tak banyak tampil di media, tapi jejaknya terasa kuat di setiap institusi yang pernah ia pimpin.

Ia meninggalkan warisan kepemimpinan yang senyap tapi berdampak. Jenazahnya dimakamkan dengan upacara militer penuh kehormatan, diiringi oleh derai doa dari para sahabat, keluarga, dan prajurit yang pernah berdiri di bawah komandonya.

Selamat Jalan, Prajurit Langit

Kepergian Marsda Wahyu Hidayat adalah kehilangan besar bagi TNI dan bangsa. Namun, teladan dan integritas yang ia tinggalkan akan terus hidup dalam semangat para prajurit muda.

Ia mungkin telah terbang tinggi untuk terakhir kalinya—menuju langit abadi. Tapi jejaknya tetap membumi, menjadi inspirasi bagi generasi penerus TNI.

Shoppe Mall