SAwahlunto – Kepanikan Warga Peristiwa longsor yang terjadi di Dusun Cibeunyi, Kabupaten Cilacap, memicu kepanikan hebat di tengah masyarakat. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya membuat tebing setinggi belasan meter runtuh dan menimpa deretan rumah warga. Kejadian tersebut berlangsung pada dini hari, saat sebagian besar warga masih tertidur, sehingga situasi sempat menimbulkan kepanikan dan kepadatan evakuasi.
Material tanah, batu, dan pepohonan langsung meluncur ke bawah dan menghantam beberapa rumah yang berada tepat di kaki tebing. Dalam hitungan detik, suara gemuruh besar disusul jeritan warga membelah keheningan malam, memaksa mereka keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beruntung, sebagian besar warga berhasil menyelamatkan diri sebelum material longsor menimbun seluruh bagian rumah mereka.
Warga Berlarian Keluar Rumah, Evakuasi Dilakukan Tengah Gelap

Baca Juga : Prediksi Cuaca Sulsel Hari Ini 12 November: Siang-Sore Hujan, Makassar-Maros Potensi
Menurut kesaksian warga, detik-detik terjadinya longsor begitu menegangkan. Mereka merasakan getaran kecil di tanah diikuti suara batu berguling sebelum tebing benar-benar runtuh. Sebagian warga yang mendengar bunyi aneh dari arah bukit langsung terbangun dan membangunkan tetangga lain agar segera mengungsi.
“Kami langsung lari keluar begitu dengar suara gemuruh. Tanah bergerak cepat sekali, dan rumah di sebelah sudah tertutup tanah,” ungkap seorang warga yang rumahnya terdampak parah.
Evakuasi dilakukan secara manual menggunakan senter, lampu ponsel, dan peralatan seadanya. Warga saling membantu menarik barang-barang penting sebelum area tersebut benar-benar tertutup material longsor. Meski beberapa rumah rata dengan tanah, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
BPBD Cilacap Turunkan Tim, Cari Titik Rawan Susulan
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap segera bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Dengan membawa alat pendukung evakuasi, tim langsung melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak di balik reruntuhan. Selain itu, BPBD juga memasang garis pengaman di sekitar area yang dinilai masih berpotensi longsor susulan.
“Kondisi tanah masih labil karena hujan cukup deras. Kami minta warga tidak mendekat ke area yang rawan untuk sementara waktu,” ujar salah seorang petugas BPBD.
Pihak BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memetakan titik-titik rawan lain di sekitar Cibeunyi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan yang bisa membahayakan warga.
Sejumlah Rumah Rusak Berat, Puluhan Warga Mengungsi
Dari data sementara, beberapa rumah di Dusun Cibeunyi mengalami kerusakan berat akibat tertimpa material longsor. Sebagian besar penghuni rumah kini mengungsi ke rumah kerabat atau fasilitas umum yang disiapkan oleh pemerintah setempat. Posko darurat didirikan untuk menampung warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara serta perlengkapan dasar seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.
Kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, dengan dinding rumah jebol, atap hancur, hingga perabotan tertimbun tanah. Warga mengaku kehilangan banyak barang penting karena tidak sempat menyelamatkan semuanya dalam situasi yang begitu mendadak.
Hujan Intensitas Tinggi Jadi Pemicu Longsor
Menurut keterangan awal, longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Cilacap selama beberapa hari terakhir. Tanah di sekitar tebing menjadi jenuh air hingga tak mampu menahan beban, menyebabkan struktur tanah melemah dan akhirnya runtuh. Pada beberapa titik, pepohonan yang sebelumnya menjadi penahan tanah ikut tumbang tertarik oleh longsoran.
Para petugas mengingatkan warga agar lebih waspada terutama selama musim penghujan. Mereka menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda tanah bergerak, seperti retakan baru di tanah, suara gemeretak, atau pohon yang mulai miring.
Pemerintah Setempat Siapkan Bantuan, Warga Harap Relokasi
Pemerintah Kabupaten Cilacap memastikan akan memberikan bantuan bagi korban longsor, termasuk kebutuhan mendesak dan bantuan perbaikan rumah. Selain itu, pemerintah juga tengah meninjau kemungkinan relokasi bagi warga yang tinggal persis di kaki tebing, sebagai upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa.
“Kami tetap utamakan keselamatan warga. Jika memang zona tersebut sangat rawan, relokasi menjadi opsi yang harus dipertimbangkan,” ungkap pejabat kecamatan yang meninjau lokasi kejadian.
Sementara itu, warga berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan di area tebing dan menyediakan tempat tinggal yang lebih aman. Mereka khawatir bencana serupa bisa terjadi lagi jika curah hujan tinggi berlanjut.
Kondisi Berangsur Kondusif, Tapi Kewaspadaan Tetap Tinggi
Meski situasi sudah mulai kondusif, warga dan petugas masih berjaga-jaga mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Petugas terus memantau pergerakan tanah dan mengimbau warga agar tidak kembali menempati rumah yang rusak sebelum dinyatakan aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya ancaman bencana alam di kawasan dengan kondisi geografis berbukit. Di Cibeunyi, trauma warga masih terasa, namun solidaritas antarwarga dan respon cepat pemerintah membuat penanganan berjalan lebih baik.






