Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kantor Golkar Maluku Dirusak Massa Diduga Terkait PAW-Pemecatan Kader

Shoppe Mall

sawahluntoh – Kantor Golkar Maluku Sore itu di Ambon, suasana Kantor DPD Golkar Maluku berubah dari rutinitas politik menjadi panggung kericuhan. Kaca pecah, pintu rusak, kursi beterbangan. Sekelompok massa menyerbu markas partai berlambang pohon beringin itu. Bukan tanpa sebab. Di balik aksi itu, ada cerita tentang kekecewaan, pemecatan kader, dan dinamika kekuasaan yang tak lagi tertahan.


Drama Politik di Balik PAW

Kata “PAW” — Pergantian Antar Waktu — mungkin terdengar administratif. Tapi di Maluku, PAW kali ini memicu badai.

Shoppe Mall

Ketika Kesabaran Memuncak

Pada Kamis, 9 Oktober 2025, puluhan orang mendatangi kantor Golkar Maluku. Awalnya datang dengan maksud menyampaikan protes. Tapi situasi memanas ketika mereka tahu Ketua DPD Golkar Maluku sedang tidak ada di tempat.

Beberapa ruangan mengalami kerusakan.

Kantor Golkar Maluku
Kantor Golkar Maluku

“Kami ingin kejelasan! Jangan main pecat dan tunjuk tanpa proses yang benar!” teriak salah satu orang yang terekam dalam video amatir.


Baca Juga : Wamentrans Viva Semangat Baru untuk 300 Peserta Latsarmil Transmigran

Aziz Mahulette: Dipecat Tapi Belum Menyerah

Aziz Mahulette, kader senior Golkar Maluku, menyebut pemecatannya sebagai tindakan sepihak.

“Bagi saya, politik itu hal biasa. Tapi bukan berarti saya diam saat diperlakukan tidak adil,” ujarnya kepada media lokal.


Potret Kecil dari Masalah Besar

Pengrusakan kantor partai seharusnya tidak terjadi.

Masalah di Maluku ini bisa menjadi cermin bagi partai-partai lain:

  1. Konsolidasi tak cukup di atas kertas
    Ketika komunikasi tak menyentuh akar rumput, keputusan pusat bisa dianggap diktator.

  2. PAW bukan formalitas
    Setiap proses penggantian harus transparan dan disosialisasikan.

  3. Kader bukan pion
    Pemecatan mendadak bisa terasa seperti pengkhianatan, bukan penertiban.


Respons & Jalan Damai

  • DPD Golkar Maluku telah melaporkan aksi pengrusakan ke polisi.


Penutup: Politik Tanpa Ruang Dengar, Akan Pecah

Peristiwa ini bukan soal siapa yang duduk di kursi DPRD. Ini tentang bagaimana sebuah organisasi politik memperlakukan kadernya, mendengar aspirasi, dan memelihara integritas mekanismenya.

Kericuhan bukan solusi. Tapi di balik setiap kericuhan, hampir selalu ada suara yang terlalu.

Shoppe Mall