Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kampung Kue Rungkut yang Tiap Hari Bergeliat sebelum Matahari Terbit

Shoppe Mall

Sawahlunto – Kampung Kue Rungkut adalah sebuah desa kecil yang memiliki daya tarik luar biasa. Setiap pagi, kampung ini dipenuhi oleh aroma khas kue tradisional yang baru saja dipanggang, dan suara cekatan tangan-tangan terampil yang sedang mempersiapkan kue-kue khas untuk dijual.

Kampung Kue Rungkut bukan hanya terkenal karena keragaman kue yang dihasilkannya, tetapi juga karena semangat juang para pengrajin kue yang bekerja keras sejak dini hari.

Shoppe Mall

Sejarah Singkat Kampung Kue Rungkut

Kampung Kue Rungkut, yang terletak di Kecamatan Rungkut, Surabaya, sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Dulunya, kampung ini dikenal dengan pemukiman padat yang didominasi oleh rumah-rumah sederhana.

Namun, beberapa dekade terakhir, kampung ini berkembang menjadi salah satu pusat produksi kue tradisional terbesar di Surabaya. Berbagai macam kue khas Jawa Timur seperti kue cubir, lapis surabaya, risoles, dan onde-onde bisa ditemukan di sini.

Proses pembuatan kue-kue tradisional ini masih mengandalkan tangan-tangan terampil para pengrajin lokal yang sudah turun-temurun melakukannya.

Kampung Kue Rungkut
Kampung Kue Rungkut

Baca Juga :  Wali Kota Sawahlunto Instruksikan Pengawasan Ketat di Titik Rawan Bencana Menjelang Musim Hujan

Bagi sebagian besar warga Kampung Kue Rungkut, pembuatan kue adalah mata pencaharian utama mereka yang diwariskan dari orang tua dan nenek moyang mereka.

Pagi yang Sibuk: Memulai Hari Sejak Subuh

Setiap pagi, sebelum fajar menyingsing, suasana Kampung Kue Rungkut sudah terasa sangat sibuk. Warga kampung ini memulai hari mereka dengan bekerja keras di dapur-dapur rumah mereka.

Kami sudah mulai bekerja sejak subuh, bahkan kadang sebelum azan Subuh berkumandang,” ujar Ningsih, salah satu pengrajin kue yang telah menjalani profesinya selama 20 tahun.

Dengan peralatan sederhana seperti kompor gas, oven kecil, dan cetakan kue, para pengrajin ini mengolah bahan-bahan mentah menjadi berbagai jenis kue. Ningsih, misalnya, sedang sibuk membuat kue cubir—sejenis kue kecil berbahan ketan dengan isian kelapa parut manis.

Setiap pagi kami bisa membuat sekitar 200-300 buah cubir, dan itu hanya salah satu dari banyak jenis kue yang kami buat,” tambah Ningsih.

Proses pembuatan kue-kue ini memang membutuhkan ketelatenan dan keahlian. Beberapa kue, seperti lapis surabaya yang terkenal lembut dan berlapis-lapis, memerlukan teknik khusus agar hasilnya sempurna. “Lapis surabaya itu harus benar-benar pas.

Kalau ada yang tidak tepat, rasanya bisa beda,” kata Yudi, seorang pengrajin kue lapis surabaya yang sudah berjualan sejak muda.

Kampung yang Menghidupi Banyak Keluarga

Sebagai salah satu pusat pembuatan kue tradisional di Surabaya, Kampung Kue Rungkut tidak hanya menghidupi para pengrajin kue, tetapi juga memberi pekerjaan bagi banyak orang di sekitar.

Para pedagang pasar, pengecer, hingga pembeli yang datang langsung ke kampung ini bisa mendapatkan berbagai macam kue dengan harga yang lebih terjangkau, namun tetap dengan kualitas terbaik.

“Banyak pedagang yang datang ke sini setiap pagi untuk membeli kue-kue kami. Mereka akan membawa kue-kue ini ke pasar dan menjualnya kembali,” kata Siti, salah satu pemilik usaha kecil yang juga menghasilkan kue-kue tradisional.

Selain itu, kampung ini juga menyediakan berbagai layanan seperti pemesanan kue untuk acara-acara khusus, seperti pernikahan atau ulang tahun, yang semakin meningkatkan permintaan produk mereka.

Dalam sehari, kampung ini bisa menghasilkan ribuan potong kue. Tidak jarang, sisa kue yang tidak terjual pada pagi hari sudah habis pada siang hari. “Kami memang harus cepat dalam membuatnya. Kue-kue ini punya masa simpan yang terbatas, jadi kami pastikan semuanya selalu segar,” ujar Dedi, seorang pengrajin risoles dan pastel.

Kearifan Lokal dalam Setiap Kue

Salah satu hal yang membedakan kue-kue dari Kampung Kue Rungkut adalah penggunaan bahan-bahan lokal dan resep turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kue cubir, lapis surabaya, hingga onde-onde yang kami buat, semuanya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kami, seperti kelapa parut, ketan, dan tepung terigu lokal,” jelas Ibu Tini, seorang pengrajin kue yang juga aktif mengajarkan keterampilan pembuatan kue kepada generasi muda di kampung ini.

Selain itu, dalam proses pembuatan kue, mereka juga tetap mempertahankan cara-cara tradisional yang dianggap memberi rasa yang lebih nikmat.

“Meski zaman sudah modern, kami tetap menjaga cara tradisional dalam pembuatan kue. Rasanya lebih autentik dan lebih dicari orang,” tambah Ibu Tini.

Kampung Kue yang Ramai Dikunjungi Wisatawan

Tak hanya warga lokal yang menikmati hasil karya pengrajin Kampung Kue Rungkut, namun juga wisatawan yang datang dari berbagai kota.

Beberapa orang yang tertarik dengan kerajinan tangan dan kuliner tradisional sering berkunjung untuk melihat langsung proses pembuatan kue-kue tersebut. Tak jarang mereka juga membeli kue-kue ini sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Sejak beberapa tahun terakhir, Kampung Kue Rungkut mulai dikenal lebih luas, terutama setelah adanya promosi dari pemerintah kota Surabaya yang mendukung perkembangan industri kreatif lokal.

“Kami sangat senang kampung kami mendapat perhatian lebih. Ini membantu meningkatkan perekonomian kami dan juga memperkenalkan kue-kue tradisional khas Surabaya kepada lebih banyak orang,” kata Siti dengan bangga.

Harapan ke Depan: Menjaga Tradisi dan Meningkatkan Kualitas

Dengan semakin berkembangnya Kampung Kue Rungkut, banyak harapan untuk bisa terus menjaga tradisi pembuatan kue-kue tradisional ini.

Para pengrajin muda di kampung ini berharap agar keahlian mereka bisa diteruskan kepada generasi berikutnya. Untuk itu, beberapa pengrajin di Kampung Kue Rungkut mulai membuka kelas pelatihan bagi anak muda agar mereka bisa belajar cara membuat kue tradisional.

“Harapannya, kue-kue tradisional yang ada di sini tetap lestari. Kami juga ingin anak-anak muda kami lebih tertarik untuk melanjutkan usaha ini, karena ini adalah warisan budaya yang sangat berharga,” ujar Yudi.

Dengan semangat gotong royong dan keterampilan tangan yang sudah mendarah daging, Kampung Kue Rungkut terus menjadi saksi bisu bagi berkembangnya industri kuliner tradisional di Surabaya.

Setiap pagi, sebelum matahari terbit, kampung ini akan terus bergeliat, menghadirkan kue-kue lezat yang siap memanjakan lidah siapa pun yang datang berkunjung.

Shoppe Mall