Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Temuan Korban Terakhir Mahasiswa UIN Semarang Hanyut di Kendal

Shoppe Mall

Sawahlunto  –  Temuan Korban Terakhir Mahasiswa Setelah melalui proses pencarian intensif selama tiga hari, tim gabungan akhirnya menemukan korban terakhir dari empat mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Blorong, Kabupaten Kendal. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Jumat (7/11) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, tak jauh dari lokasi awal kejadian.

Suasana duka menyelimuti area pencarian ketika jasad korban dievakuasi dari aliran sungai yang meluap akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD Kendal, TNI-Polri, relawan, dan warga sekitar bekerja tanpa henti sejak insiden tersebut terjadi.

Shoppe Mall

Kronologi Kejadian: Piknik Berujung Tragedi

Temuan Korban Terakhir Mahasiswa
Temuan Korban Terakhir Mahasiswa

Baca Juga :  Gubernur Khofifah dan Kaka Slank Semarakkan Festival Mangrove Bangkalan

Peristiwa tragis ini bermula ketika sekelompok mahasiswa UIN Walisongo Semarang melakukan kegiatan wisata dan rekreasi di kawasan sungai Blorong, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, pada Selasa (4/11). Mereka datang berombongan untuk menikmati suasana alam setelah menyelesaikan ujian tengah semester.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Debit air sungai mendadak naik dengan arus yang sangat deras. Empat mahasiswa dikabarkan terseret arus ketika sedang berada di pinggir sungai untuk berfoto bersama.

Rekan-rekan korban yang selamat berteriak minta tolong, dan warga setempat segera melakukan upaya penyelamatan. Sayangnya, derasnya arus membuat korban sulit diselamatkan. Dua korban berhasil ditemukan pada hari pertama dalam kondisi meninggal dunia, satu lainnya ditemukan sehari kemudian, dan satu korban terakhir baru ditemukan pada hari ketiga pencarian.

Evakuasi Dramatis di Tengah Cuaca Ekstrem

Tim SAR yang terlibat mengaku menghadapi tantangan besar dalam proses pencarian. Cuaca yang tidak menentu dan derasnya arus sungai membuat penyisiran harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kepala Basarnas Semarang, Heru Suhartanto, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi bawah air. Petugas juga memanfaatkan drone untuk memperluas area pencarian.

“Korban terakhir ditemukan sekitar dua kilometer dari titik awal hanyut, tersangkut di antara ranting bambu di tepian sungai. Kami bersyukur semua korban akhirnya berhasil ditemukan,” ujar Heru.

Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Semarang.

Duka Mendalam Keluarga dan Kampus

Kabar ditemukannya korban terakhir membawa kelegaan sekaligus duka mendalam bagi keluarga dan pihak kampus. Sejumlah dosen dan mahasiswa UIN Walisongo Semarang tampak hadir di lokasi dan ikut mengiringi proses evakuasi.

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. Ia menyebut keempat mahasiswa tersebut dikenal aktif di kampus dan memiliki prestasi akademik yang baik.

“Kami kehilangan empat mahasiswa terbaik yang memiliki semangat tinggi dalam belajar dan berorganisasi. Ini adalah duka bagi seluruh civitas akademika UIN Walisongo,” ungkap Rektor dengan suara bergetar.

Ia juga mengimbau agar mahasiswa lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan di alam terbuka, terutama di musim hujan seperti sekarang.

Warga Minta Pemerintah Pasang Peringatan Bahaya di Area Sungai

Insiden ini juga menimbulkan keprihatinan di kalangan warga sekitar. Beberapa warga berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera memasang papan peringatan dan rambu bahaya di titik-titik rawan banjir dan arus deras sungai.

Salah seorang warga Desa Blorong, Sutrisno (47), mengatakan bahwa kawasan tersebut memang sering dikunjungi wisatawan lokal, terutama mahasiswa, karena pemandangannya indah dan masih alami. Namun, saat musim hujan, sungai bisa berubah menjadi sangat berbahaya.

Shoppe Mall